• bersama wr3 dan wr1
     

  • tenis lapangan juara III pomprov

  • IMG-20170413-WA00252

INDFORMASI TERBARU

INDFORMASI TERBARU PORTAL KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

LOMBA CERDAS CERMAT PERPAJAKAN


Tax Center UM Magelang menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat Perpajakan (LCCP) tingkat SLTA se- Kedu  hari Senin 10 November 2014 di Gedung Rektorat Kampus 2 UM Magelang.  Acara  tersebut diikuti 13 Sekolah yang terdiri dari 15 regu kelompok. Ir. M Aman MT, sekteratis Tax Center UM Magelang mengatakan,   lomba tersebut diadakan selain sebagai media silaturahim UM Magelang dengan SMA/SMK di wilayah Kedu, juga sebagai ajang untuk memperkenalkan tentang perpajakan sejak dini. Kegiatan ini dibuka langsung oleh rektor UM Magelang Ir. Eko Muh Widodo, MT. Rektor dalam sambutannya menyampaikan selamat berkompetisi kepada para peserta lomba cerdas cermat. Ia berharap melalui kompetisi tersebut   peserta dapat menambah pengetahuan dalam dunia perpajakan.

Dalam lomba tersebut para peserta mendapatkan soal seputar perpajakan. Setelah mengikuti persaingan yang ketat akhirnya SMK Muhammadiyah Salaman berhasil meraih juara I, disusul SMK Satya Pratama sebagai juara II dan SMK PN Purworejo sebagai jara III. Juara harapan 1 diraih oleh SMKN 1 Wonosobo, harapan II diraih oleh SMA Muhammadiyah Muntilan dan SMKN Bansari. Para peserta mendapatkan hadiah berupa tropi dan uang pembinaan.

REKTOR UM MAGELANG KUNJUNGI KKU THAILAND


Upaya untuk menjalin kerja sama dengan institusi lain baik di dalam negeri maupun luar negeri terus dilakukan UM Magelang. Hal tersebut dilakukan  untuk mendorong  kegiatan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat serta Al Islam Kemuhammadiyahan. Guna mewujudkan hal tersebut, UM Magelang melakukan MoU dengan Khon Kaen University  (KKU) Thailand  tanggal 27 Oktober lalu. Penandatanganan  MoU dilakukan di KKU Thailand  antara Rektor UM Magelang  Ir. Eko Muh Widodo MT dengan Presiden KKU, Assoc. Prof. Dr. Kittichai Triratanasirichai.  MoU mencakup kerjasama di bidang pertukaran bahan penelitian dan publikasi ilmiah, kerjasama di bidang program penelitian, serta pertukaran mahasiswa dan dosen. Perjanjian tersebut berlaku selama lima tahun. Selain Rektor, Dekan Fikes UM Magelang Puguh Widiyanto M.Kep juga hadir untuk melakukan kegiatan pertemuan atau forum Dekan Fikes di KKU. Usai menandatangani MoU tersebut Eko Muh Widodo mengatakan bahwa UM Magelang segera mengimplementasikan isi MoU tersebut sehingga tidak hanya sebatas tertulis dalam selembar kertas. “Pertukaran dosen khususnya dosen Fikes telah dilakukan, karena beberapa waktu lalu ada dosen Fikes yang diterima melanjutkan studi di KKU. Selanjutnya untuk pertukaran mahasiswa akan segera di-follow up oleh Dekan Fikes, karena KKU memiliki spesifikasi keunggulan serta concern di bidang keperawatan,” ungkap Rektor. Eko menambahkan, kerjasama di bidang penelitian juga akan dikembangkan dalam hal ilmu yang serumpun di kedua belah pihak. “Kerja sama tersebut bersifat ‘U to U’  atau antar universitas sesuai dengan isi perjanjian tersebut.

MAHASISWA UM MAGELANG DIAJAK KULIAH SEKALIGUS MAGANG DI JEPANG


Jepang merupakan salah satu negara favorit yang menjadi tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Namun demikian, kuliah di Jepang bukanlah hal yang mudah mengingat biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Kesempatan untuk kuliah sekaligus magang kerja di Negeri Sakura masih  menjadi angan-angan terutama tidak adanya informasi tentang hal tersebut. Untuk mensosialisasikan program kuliah sekaligus magang di Jepang, UM Magelang mengadakan kuliah umum bertema “Prospek Melanjutkan Kuliah Sekaligus Magang Kerja di Jepang” bagi mahasiswa UM Magelang. Acara yang diadakan hari Rabu, 29 Oktober 2014 di Aula Rektorat UM Magelang itu menghadirkan  Dr. Ir. Muhammad Taufik M.Sc (Staff Ahli Menkop dan UKM) serta Yukihiro Seki (CEO Miroku-no-Sato Japanese Language School). Muhammad Taufik menjelaskan bahwa Jepang merupakan negara terbaik di dunia dalam hal mendidik para pemuda untuk menjadi tenaga kerja yang handal. “Untuk itulah saya mengirim kedua anak saya untuk melanjutkan studi di Jepang,” lanjutnya. Ia juga mengatakan bahwa saat ini Jepang masih membutuhkan 5000 tenaga perawat sehingga para lulusan keperawatan dapat bekerja di sana. Ia menegaskan bahwa di Jepang banyak tersedia lapangan kerja namun man power-nya kurang. Adapun Yukihiro Seki menjelaskan tentang kemudahan kuliah di Jepang terutama kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Ternyata  biaya pendidikan di Jepang  lebih murah dibanding dengan negara Eropa. “Tes untuk orang asing lebih mudah daripada untuk orang Jepang sendiri,” ungkapnya.  Namun demikian kemampuan berbahasa Jepang juga diperlukan untuk mempermudah berkomunikasi. Untuk itu Miroku-no-Sato memberikan kesempatan bagi mahasiswa UM Magelang untuk melanjutkan studi di Jepang sekaligus magang di beberapa industri yang menjalin kerjasama dengan Miroku-no-Sato. Salah satunya adalah perusahaan Tsuneishi yang merupakan perusahaan nomor 6 terbaik di dunia yang bergerak di bidang industri dan manufaktur. Rektor UM Magelang, Ir. Eko Muh Widodo MT yang hadir dan membuka acara tersebut mengatakan bahwa UM Magelang mendukung para mahasiswanya untuk melanjutkan studi serta magang di Jepang sebagai salah satu negara yang maju di dunia, terutama dalam hal man power untuk tenaga teknik serta keperawatan.

69 MAHASISWA PRESTASI UM MAGELANG IKUTI PELATIHAN PPBN

Sebanyak 69  mahasiswa berprestasi UM Magelang mengikuti Pelatihan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di  Yonzipur-4 Ambarawa selama tiga hari mulai Senin hingga Kamis (20-23/10) yang diadakan Kodam IV Diponegoro. Mereka dilepas oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan  UM Magelang, Drs. Mujahiddun M.Pd di halaman Gedung Rektorat Kampus 2 UM Magelang, Senin 20 Oktober 2014.

  Mujahiddun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Magelang untuk dapat mengirimkan mahasiswanya dalam kegiatan tersebut.  Ke-69  mahasiswa tersebut  terdiri dari 35 peserta putri dan 34 peserta putra. Mereka adalah mahasiswa semeter 1, 3, dan 5 yang masuk ke UM Magelang melalui jalur prestasi baik prestasi akademik maupun non akademik,  termasuk dari utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) maupun utusan Pimpinan  Wilayah Muhammadiyah (PWM).    Ia berpesan agar  peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah ditetapkan dan dapat membawa kebanggaan bagi almamater. Selama empat hari mengikuti pelatihan, mereka akan mendapatkan materi antara lain latihan outbond ala militer, caraka malam, serta menembak. Ahmad Kodri, mahasiswa Prodi Manajemen S1 yang menjadi salah satu peserta mengungkapkan rasa senang dan bangganya dapat mengikuti kegiatan yang semi militer tersebut. “Saya berharap setelah mengikuti kegiatan PPBN saya dapat lebih disiplin dan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang arti dan fungsi bela negara,” ungkapnya.